Minggu, 15 Januari 2012

"Sebuah Tanya Yang Tak Bisa Ku Jawab"



Hallo Good Evening semua..
Malam ini, aku mencoba tuk kembali menulis. Yaa..Sudah lama Sekali rasanya aku tak menjenguk blog ini.

Lets start..
Semua berawal dari perenungan disuatu waktu yang tak sengaja terpikirkan. Pemikiran yang membuat diri ini gundah, khawatir dan cemas. Dan pemikiran tersebut pun dipertegas oleh pertanyaan seorang rekan kerja.

Kala itu pagi lumayan cerah dibanding pagi sebelumnya yang ramai akibat badai yang menerpa. Aku tiba di kantor seperti biasa dengan hati santai dan semangat untuk menghajar semua dokumen-dokumen yang "cerewet" untuk dikerjakan. Ketika memasuki ruang kerja, terlihat beberapa rekan kerja sudah menempati kursi masing-masing, dan melemparkan senyum cerah di pagi hari. Seperti biasa suasana santai sebelum memulai pekerjaan pun terasa.

Dimulai dengan pembicaraan santai tentang hari-hari sebelumnya. Salah satu rekan kerjaku memulai pembicaraan padaku,

"Mba, kemarin sampai rumah jam berapa?".

"Ehhmm.. Kira-kira pukul 8 malam", jawabku.

"Oohh.. Kemarinkan hujan deras, Mba wie ga apa-apa kan??".

Menyimak pertanyaan itu pun aku menjawabnya hanya dengan sebuah senyuman yang mengandung makna, "hey.. Everything is gonna be oke. Please, dont worrie me..".

Belum selesai ku kembangkan senyum itu, sebuah pertanyaan terlontar lagi dari mulutnya,

"Mba, aku khawatir sama mba kalau mba pulang malam. Seorang wanita pulang malam, naik motor sendirian apalagi dengan cuaca seperti ini. Takut terjadi apa-apa...
Mba ko berani banget ya... ", ucapnya.

Kemudian lanjut dengan pertanyaan yang membuatku gundah.

"Mba, misalnya terjadi sesuatu sama mba dijalan malam-malam. Tapi ini jangan sampai terjadi ya mba.. Siapa yang akan  Mba mintai bantuan??".

Tak kusangka aku langsung tertegun mendengar pertanyaan itu. Pikiran langsung membeku. Dengan istilah lain. "Speechless!!".
Dalam hati langsung bertanya-tanya,

"Syapa ya??? Bapak?? Ga mungkin! Mengingat usianya yang semakin tua & kurang handal akan sebuah daerah di Jakarta.
Teman?? Kira-kira siapa yang berbaik hati memberikan bantuan di malam hari dengan daerah yang jauh?". Ooohh God... Aku tak memiliki jawaban itu... :'(

Ditengah ketidaksadaranku akan pemikiran dlam hati itu, rekan kerjaku memanggil namaku untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaannya tadi. Dan aku pun menjawabnya.

"Ehhmmm..", mencoba menjawab dengan pikiran yang masih mencari jawabannya.

"Niar, Aku juga bingung. Sampai saat ini aku pun masih tak tahu siapa orang yang harus aku hubungi ketika terjadi sesuatu padaku nanti. Aku belum menemukan jawabannya. So, mudah-mudahan tak terjadi apa-apa padaku hingga aku menemukan orang yang bisa aku hubungi ketika terjadi sesuatu padaku.

Dan bila aku belum juga menemukan orang itu, jika terjadi sesuatu, ya terjadilah", itu jawabku untuknya yang sebenarnya itu tak menjawab pertanyaannya.


Minggu, 13 November 2011

Published with Blogger-droid v1.6.9

Senin, 03 Januari 2011

Is it Asperger's Syndrome??

January 1st, 2011

Bismillah...
Suara2 dentuman menyambut datangnya hari ditahun baru, seperti biasa aku hanya berada dirumah tercinta. Namun, penyambutan tahun 2011 tak seramai seperti penyambutan tahun2 sebelumnya. Untuk kali ini aku hanya ditemani oleh dua orang teman baikku. Jamal dan Uun.
Dengan hadirnya tahun baru, mungkin sebagian besar penuh dengan resolusi2 bertebaran dengan penuh harapan. Sangat bertolak belakang sekali dengan diriku. Ya, karena aku berbeda. Aku berbeda dengan orang lain. Mereka mempunyai semangat untuk menghadapi tahun yg baru. Tapi untukku, ini ssuatu perenungan yg tak kunjung usai. Sebenernya dalam benak berharap ada setitik semangat yang terus berkobar menghadapi hidup. Tapi apa? Setiap diri ini ingin melangkah, semangat itu dengan tiba2 menguap! Sshh... hilang tak berbekas.

Keadaan ini terjadi sejak dua tahun lalu. Semangat tiba2 lenyap, menghilang. Iya, hal ini kurasakan karena sebagian jiwaku telah hilang terenggut paksa. Hancur rasanya jiwa ini. Roh semangat pun menghilang. Mencoba bangkit namun lunglai terjatuh lagi. Dimana semangatku, dimana jiwaku...
Aku sangat membutuhkannya. Hidupkuu... Tujuankuu.. hilang... bagai udara yg lalu begitu saja tak kembali.
Dan saat ini aku sungguh bingung. Telah menjadi apa aku sekarang. Aku bingung, sungguh bingung. Apa yg sudah terjadi padaku...??

Mengapa aku tidak seperti orang lain? Seperti orang lain yg secara spontan menunjukkan apa mereka rasakan. Dapat menangis tepat dihadapan orang langsung yg menyakitinya. Dapat langsung sadar kita ada seorang yg menyakitinya atau langsung reflek ketika ada seseorang yg berbuat jahat. Aaaaaaa... Dan saat ini pun aku juga tidak tau dan tidak mengerti apa yg sedang aku tulis. Aku bingung. Apakah aku sedang mengalami atau mempunyai suatu penyakit yg berhubungan dengan emosi?? Apakah menderita Asperger's Syndrome, ADHD, atau Skizofren?? Tidak dapat menangis dihadapan orang menyakitiku, merasa tidak terjadi apa2 ketika dilukai oleh seseorang dan tersadar jika waktu sudah berlalu beberapa jam atau hitungan hari.

Aku ini kenapa??
Aku bingung,,, begitu banyak air mata yg aku keluarkan tanpa seorang pun tau. Ingin hati mengungkapkan kemarahan, kesedihan pada orang yg menyakiti tapi tak pernah bisa. Jika sudah berhadapan dengan orang2 itu, tak ada rasa yg ingin diungkapkan.

Sebenarnya aku ini ingin marah.....
Aku ini ingin menangis sekuat-kuatnya, namun mengaapa tidak bisa langsung. Selalu sendiri yg merasakannya. Aku ingin cerita, ttg hal menyesakkan ini...
Aku bingung. Sungguhh... sangat bingung.
Apa ada yg bisa menolongku...
Apa aku ini mengidap suatu penyakit kelainan emosi??
Apa ini normal... aahhh sungguh teramat tidak normal.

Saat ini aku sedang sangat sedih sekali....
Tapi ketika ingin bercerita ttg kesedihan itu, sungguh tidak mampu.
Aku ini sedang marah, sedih, dan kecewa,,,,

Apa ada yg bisa menolongku...??
Rasa-y sesak sekali...
Tolong aku....
Jangan biarkan aku menangis sendiri...
Tolong hapuskan air mata ini...
Aku mohonn...

Saat ini, aku tidak tau aku sedang menulis apa.
Aku hanya menulis yg sedang aku rasakan... tanpa mengerti dan saling tidak berhubungan makna yg aku tulis.

Aku, sungguh sangat bingung...

My Soul, please come back to me (T.T)


Selasa, 14 Desember 2010

Cinta, Jangan Pergi Dariku...

Butakan saja mata ini, agar aku tak dapat melihatmu

Bisukan saja suara ini, agar kau tak dapat mendengarku

Tulikan saja telinga ini, agar aku tak dapat mendengarmu

Patahkan saja tangan & kaki ini, agar aku tak dapt mengejarmu


Tapi ku mohon jangan kau hancurkan hati & jiwa ini dengan kepergianmu

Aku rela buta, bisu, tuli dan tak bergerak, asalkan kau tak pergi dariku

Aku rela semuanya terjadi, asal kau tak tinggalkan aku

Karena aku masih dapat merasakan kehadiranmu


Jangan pernah pergi dariku...

Jangan pernah engkau tinggalkan aku,

Jangan beri aku air mata & rasa perih

Aku mohonn padamu.......

Kamis, 07 Oktober 2010

Kangen Seribu Juta Kali lipat di Kali 1000 lagi dst

Jakarta, 07 Oktober 2010

Dear My Soul,

Aku Kangen sekangen kangennya...

Kangenku beribu-ribu juta kali lipat dari orang lain,
Kangenku sangat banyak,
Hingga tak terhitung besarnya
Kangenku cuma untuk kamu

Kamu tahu??
Aku sangat teramat kangen kamuu...
Ya tapi apa daya, kamu tak tersentuh,
Kamu hanya bisa ku lihat...

Andai kamu tahu rasa kangenku...
Ugh! Berjuta-juta kali lipat kangen yg kurasa,
Berjuta-juta ton rasa kangenku
Beribu-ribu juta KM rasa kangenku tak terukur

Aku yakin, hanya aku yg punya rasa kangen itu untukmuu
Tak seorang yg dapat mengalahkan rasa kangenkuu...
Sungguh,
Aku sungguh-sungguh kangen kamuu...

Aku ingin kamu merasaaa...
Aku ingin kamu melihat...

Hemphh...
Aku hanya bisa melihat kamu...
Dan hanya bisa tersenyum melihat gambarmuu...
Aku,
Kangeeeeeeeennn...

Kangen Kamu seorang... :'(

Kamis, 19 Agustus 2010

Buka Hatimu....

Aku telah lelah mengikuti
Semua langkah kakimu
Dan berharap bisa memilikimu

Berbagai cara telah aku lakukan
Untuk hidupmu
Hingga aku mengorbankan hidupku

Buka hatimu
Bukalah sedikit untukku
Sehingga diriku
Bisa memilikimu

Berbagai cara telah aku lakukan
Untuk hidupmu
Hingga aku mengorbankan hidupku

reff:

Buka hatimu
Bukalah sedikit untukku
Sehingga diriku
Bisa memilikimu

Betapa sakitnya
Betepa perihnya hatiku
Selalu dirimu tak menganggap ku ada

Rabu, 04 Agustus 2010

Episode : Alam Bawah Sadar Yg Maha Dahsyat

Sepuluh hari menginap di hotel perkumpulan orang2 pesakitan membawa gw ke sebuah alam bawah sadar yg maha dahsyat dan indah. Alam bawah sadar penuh kekuatan, keyakinan kita, juga sebuah halusinasi yg bermacam-macam rupanya. Mampu mengeluarkan kekuatan yg sangat kuat hingga orang tak dapat menahan kekuatan kuat-y alam bawah sadar.

Beberapa hari tubuh ini menemui masa kritis dan alam bawah sadar pun menyerang. Dari melihat 1 orang menjadi 2 orang yg 1 cantik yg satunya lagi jelek (yiah gw lihat kakak gw ada dua), melihat wajah salah seorang temen dengan muka coret2an penuh angka2, melihat lampu yg berubah fungsi menjadi televisi, tiang infus yg menjadi jaringan buat online (hahaha ada2 aja), setiap meliat lampu dan tiang infus terdapat suatu gliter atau cahaya yg mengkilap yg gw percaya kala itu adalah saluran udara yg mengandung pengobatan dan rasanya yg menyegarkan.


Namun yg paling dahsyat dari alam bawah sadar gw adalah tentang hobbi, obsesi gw yaitu photography!!! Gw percaya disitu ada seorang maestro photoraphy yaitu Darwis Triyadi datang dan menyewa 1 kamar bareng gw tuk projek barunya dan gw berkesempatan difoto olehnya. Dya (Darwis Triyadi) memang tak ada dalam kamar itu tp gw yakin dya bekerja secara sembunyi melalui alat canggih yg dya miliki.


Dalam alam bawah sadar gw, dya ada ditempat lain namun mata-y ada dikamar gw. Seonggok tiang infus dan infus menjadi mata dan asistannya. Gw yakin bgt itu karena gw mencari pertanda itu, dan gw temuin merk infus hampir sama dengan namanya tinggal diacak ulang aja bisa jadi nama “Darwis”. Pada siang itu ada tamu yg menjenguk gw kebetulan masih sodara gw. Gw tatap terus tiang infus itu seolah olah tiang itu dapat bicara,

“Saya Darwis Triyadi dan infus ini asistant saya” .

Dan gw pun seperti orang gila senyum senyum pada tiang infus dan infus yg hanya sebuah benda yg kala itu gw yakin itu mata seorang Dawis Triyadi heheheheee...

Dan gw pun berbicara pada tiang infus itu,

“Iya sebentar lagi tamuku itu pulang, kalian udah laper yia?? Cape berdiri dan jadi patung disitu??” sambil senyum senyum sendiri.

Benar benar seperti orang gila rasanya kala itu...
Tamu penjenguk pun pulang kemudian gw langsung tertawa pada tiang infus dan berkata,

“ha ha ha kalian cape yia... diem kaya patung sampe siang begini... wah pasti laper!!!”

Gw terus tertawa tebahak bahak, kemudian gw bilang ke nyokap kalu tiang infus dan infus itu adalah temen gw (yia ampuuuunn.... ini mah dah bener2 sarappp!!!). Dan nyokap cuma tersenyum dan gw meragukan nyokap kalau dya percaya perkataan gw.

Sesi Pemotretan

Tiba sesi pemotretan semuanya sedang sepi yg ada cm nyokap yg sedang tertidur kelelahan. Kala itu gw yakin seorang Darwis Triyadi sedang ada sesi pemotretan dengan modelnya di kamar gw. Dan gw pun meminta tuk diambil gambarnya 1 kali aja dengan memakai pakaian jawa toktok!! Plus sanggul dan dandanan Jawa bgt bgt... akhirnya diambil juga gambar gw olehnya yg sekali lagi dengan mata seorang Darwis Triyadi sebuah tiang infus!!

Setelah sesi pengambilan gambar itu, tau betapa senangnya gw??? Senang bukan kepalang!!! Hingga merasa terharu. Saking senangnya, gw langsung ambil hp tuk memberi tau temen gw yang suka foto juga. Ingin rasa segera memberi tau dirinya bahwa GW-ABIS-DIFOTO-OM DARWIS!!!! Sayangnya waktu gw menghubungi hp-y ga diangkat. Kemudian mlmnya dya datang tuk menjenguk dan gw langsung bilang bahwa gw abis foto sama Darwis Triyadi. Tapi responnya cm berkata “iya??” gw inget bgt kala itu. Dasar Jamal....

Dan kemudian gw bertanya dimana gw bisa lihat hasil gambar td? Dan dya pun memberi pertanda lagi liat aja di Facebook-y atau web-y. Dan gw diberikan sebuah pertanda lagi kalu gw dapat undangan di acara pameran fotonya. Tapi ga gampang dapetin undangan itu. Gw harus cari di kamar mandi dikamar gw dirawat. Berkali kali gw minta bantuan nyokap, tp nyokap ga percaya sama gw. Beberapa kali gw berontak tuk ambil undangan itu tp nyokap bilang itu cm sebuah khayalan. Tp gw tetep kekeuh yakin kalu undangan itu tersimpan atau terselip di ruangan kecil yg lembab itu. Beberapa kali gw minta bantuan ade gw tuk ambil undangan itu secara diam diam tanpa sepengetahuan nyokap tapi ade gw langsung blg itu semua ga ada!

Gw pun memohon mohon tuk ambil undangan itu ke ade gw, sampe gw berontak lagi. Kedua tangan gw dipegang erat oleh ade gw, dan gw pun tetap memaksa tuk ke kamar mandi. Ade gw pun langsung menyuruh gw ighstifar. Awalnya gw ga mau menyebut kata itu, karena gw yakin apa yg gw rasain. Ini semua bukan halusinasi!!! Tp akhirnya gw pun menurut apa yg disuruh ade gw, dan gw menyebut “Agstfirollahaladzimm...” terus dan terus hingga tenang dan kembali tertidur.

Nyokap udah kewalahan nanganin gw kala itu, hingga ia marah2, kesel. Iya aku keras seperti batu, maaa.... Maaph.

Sungguh dahsyat alam bawah sadar yang membuat halusinasi menjadi seperti kenyataan. Maaph yia Ma.... Uwie salah, dah ngerepotin Mama...

I Love you MOM!!!