Hallo Good Evening semua..
Malam ini, aku mencoba tuk kembali menulis. Yaa..Sudah lama Sekali rasanya aku tak menjenguk blog ini.
Lets start..
Semua berawal dari perenungan disuatu waktu yang tak sengaja terpikirkan. Pemikiran yang membuat diri ini gundah, khawatir dan cemas. Dan pemikiran tersebut pun dipertegas oleh pertanyaan seorang rekan kerja.
Kala itu pagi lumayan cerah dibanding pagi sebelumnya yang ramai akibat badai yang menerpa. Aku tiba di kantor seperti biasa dengan hati santai dan semangat untuk menghajar semua dokumen-dokumen yang "cerewet" untuk dikerjakan. Ketika memasuki ruang kerja, terlihat beberapa rekan kerja sudah menempati kursi masing-masing, dan melemparkan senyum cerah di pagi hari. Seperti biasa suasana santai sebelum memulai pekerjaan pun terasa.
Dimulai dengan pembicaraan santai tentang hari-hari sebelumnya. Salah satu rekan kerjaku memulai pembicaraan padaku,
"Mba, kemarin sampai rumah jam berapa?".
"Ehhmm.. Kira-kira pukul 8 malam", jawabku.
"Oohh.. Kemarinkan hujan deras, Mba wie ga apa-apa kan??".
Menyimak pertanyaan itu pun aku menjawabnya hanya dengan sebuah senyuman yang mengandung makna, "hey.. Everything is gonna be oke. Please, dont worrie me..".
Belum selesai ku kembangkan senyum itu, sebuah pertanyaan terlontar lagi dari mulutnya,
"Mba, aku khawatir sama mba kalau mba pulang malam. Seorang wanita pulang malam, naik motor sendirian apalagi dengan cuaca seperti ini. Takut terjadi apa-apa...
Mba ko berani banget ya... ", ucapnya.
Kemudian lanjut dengan pertanyaan yang membuatku gundah.
"Mba, misalnya terjadi sesuatu sama mba dijalan malam-malam. Tapi ini jangan sampai terjadi ya mba.. Siapa yang akan Mba mintai bantuan??".
Tak kusangka aku langsung tertegun mendengar pertanyaan itu. Pikiran langsung membeku. Dengan istilah lain. "Speechless!!".
Dalam hati langsung bertanya-tanya,
"Syapa ya??? Bapak?? Ga mungkin! Mengingat usianya yang semakin tua & kurang handal akan sebuah daerah di Jakarta.
Teman?? Kira-kira siapa yang berbaik hati memberikan bantuan di malam hari dengan daerah yang jauh?". Ooohh God... Aku tak memiliki jawaban itu... :'(
Ditengah ketidaksadaranku akan pemikiran dlam hati itu, rekan kerjaku memanggil namaku untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaannya tadi. Dan aku pun menjawabnya.
"Ehhmmm..", mencoba menjawab dengan pikiran yang masih mencari jawabannya.
"Niar, Aku juga bingung. Sampai saat ini aku pun masih tak tahu siapa orang yang harus aku hubungi ketika terjadi sesuatu padaku nanti. Aku belum menemukan jawabannya. So, mudah-mudahan tak terjadi apa-apa padaku hingga aku menemukan orang yang bisa aku hubungi ketika terjadi sesuatu padaku.
Dan bila aku belum juga menemukan orang itu, jika terjadi sesuatu, ya terjadilah", itu jawabku untuknya yang sebenarnya itu tak menjawab pertanyaannya.